MY MEMORY

this is evidence for what i have done to build for enhancement my cooperation, family and personal


Bertempat di Ruang Satelit Gedung Grha Citra Caraka Lt-1 Jl. Gatot Subroto No.52 Jakarta, pada hari Selasa tanggal 1 Februari 2011, Indra Utoyo selaku Direktur IT, Solution & Supply menyerahkan 18 (delapan belas) SK Pengawakan Organisasi IS Center untuk pemangku Band Posisi I dan II. Pengawakan Organisasi ini dilakukan berdasarkan Keputusan Direksi Perusahaan Perseroan (PERSERO) PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk Nomor : KD.02/PS150/COP-B0030000/2011 tanggal 19 Januari 2011 tentang Organisasi Pusat Pengelola Sistem Informasi Perusahaan (Information System Center – ISC).



Indra Utoyo dalam sambutannya mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan pertama kepada kita semua untuk melakukan pengawakan organisasi hasil transformasi organisasi unit IS Center khususnya untuk pemangku Band Posisi I dan II. Pengawakan organisasi ISC ini memang sudah lama ditunggu-tunggu dan dengan telah terealisirnya pengawakan organisasi ini diharapkan para senior leader ISC segera bisa berperan aktif sesuai posisi baru. Harapan perusahaan terhadap unit IS Center sangat tinggi. Perusahaan juga menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas prestasi yang monumental yang telah diukir unit IS Center yaitu berhasilnya kita mengawal splitting Personal Line, Business Line dan Corporate Line.


Apresiasi ini langsung disampaikan oleh jajaran Direksi kepada SGM IS Center Halim Sulasmono saat RAPIM berlangsung beberapa hari yang lalu. Keberhasilan proses spliting ini merupakan sejarah besar bagi perusahaan karena untuk pertama kalinya berhasil menyatukan tata kelola pelanggan, sistem dan strategi perusahaan menjadi tersambung satu sama lain. Prestasi ini menggambarkan secara jelas bahwa kontribusi IT menjadi sangat signifikan dan mengakibatkan kesan serta ekspektasi terhadap IT menjadi berubah ke arah yang sangat positif. IT tidak lagi hanya sekedar support tetapi diharapkan bisa menegakkan sebuah perusahaan yang betul-betul fully based on IT sehingga sistem tata kelola perusahaan juga menggunakan sesuatu yang coverage-nya jelas.


Lebih lanjut Indra Utoyo menginformasikan bahwa saat RAPIM yang lalu, IT menjadi primadona dimana betapa perusahaan ini sangat mengandalkan dukungan IT. Hal tersebut tercermin dengan adanya 55 item yang harus diselesaikan oleh Direktorat IT, S & Supply dengan rincian 38 item menjadi tugasnya IT dan 17 item menjadi tugasnya IME. Inilah yang menjadi kontrak kerja Direktorat IT, S & Supply di tahun 2011. Tugas ini bukan untuk dikeluhkan tetapi harus segera ditangani dan diantisipasi. Kita harus memaknai tugas ini dengan baik dan selalu berupaya optimal dan intens melakukan support untuk membuat unit lain sukses dengan cara yang cerdas dan produktif. Dalam perjalanan INFUSION misalnya, tahun ini merupakan tahun yang sangat menentukan karena seluruh proses INFUSION harus selesai dalam tahun ini, baik itu migrasi i-SISKA maupun TeNOSS. Untuk itu Indra Utoyo sangat mengharapkan support yang maksimal dari IS Center dan berkolaborasi dengan user.


Pada akhir sambutannya Indra Utoyo mengharapkan agar IS Center bisa mengelola penugasan baru ini serta dapat menjalankan peran dengan sebaik-baiknya. IS Center harus tetap solid dalam memberikan dukungan maksimal kepada Direktorat IT, S & Supply dan seluruh unit Telkom yang membutuhkan. Kecepatan menjadi suatu hal yang sangat penting untuk menyelesaikan 38 item yang merupakan kontrak Direktur IT, S & Supply kepada RAPIM. Semoga Allah SWT selalu memberikan kekuatan, kesehatan, berkah dan ridho NYA kepada kita semua untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.


Berikut daftar penerima Surat Keputusan pemangku Band Posisi I dan II Unit IS Center

610304
RADEN LUKMAN HAKIM
OSM UNIT IS DC REGIONAL V JATIM
OSM IS SHARED SERVICE OPERATION


Tahun Peningkatan Kualitas Bersama DirKon di Surabaya


Gaung Tahun Kualitas terus menggema. Gaung tersebut menunjukkan komitmen Telkom untuk terus memberikan yang terbaik bagi pelanggan. Dirkon, I Nyoman G. Wiryanata, menandatangani Deklarasi ‘Quality Of Service Segment Retail’ di Gedung Telkom DCS Timur Lantai-III Jln. Ketintang 156, Surabaya.



Penandatanganan disaksikan EGM DCS Timur, Sukardi Silalahi, & para Deputy EGM serta para senior leader, Jumat (11/2). Penandatanganan Deklarasi oleh DirKon tersebut dilakukan usai acara Kick Off Virtual T-Lab BBE2E di Gedung Telkom Mergoyoso, Surabaya.


Isi deklarasi tersebut adalah "Dengan Rakhmat Allah, Tuhan Yang Maha Esa, dalam rangka memenangkan hati Pelanggan Segmen Retail melalui peningkatan Quality Of Service dengan ini kami deklarasikan tekad untuk selalu penyediakan pemenuhan layanan yang kompetitif dan melampaui harapan pelanggan meliputi aspek: a). Kualitas Front Liner. b). Kualitas Proses. c). Kualitas Sistem dan Sarana. d). Kualitas Pemenuhan Jaminan Tingkat Layanan.



Nyoman dalam kesempatan tersebut antara lain mengatakan bahwa hidup Telkom tergantung pada customer, jika mereka kecewa tentu mereka akan pindah ke pesaing. "Untuk itulah deklarasi ini merupakan jawaban dalam upaya mempertahankan customer agar senantiasa puas dan tetap loyal kepada Telkom," ucapnya.

Ia mengajak seluruh senior leader seluruh unit terkait agar bahu-membahu menyukseskan Tahun Kualitas Pelayanan ini. "Sebab, masalah pelayanan adalah masalah kita semua, tidak bisa parsial. Ketatnya persaingan memang membawa konsekuensi perlunya peningkatan kualitas. Komitmen yang diwujudkan dalam bentuk deklarasi ini merupakan bagian utama dalam strategi bersaing," papar Nyoman.

"Quality of service, Quality of product dan penetrasi pasar harus selalu menjadi topik sentral kita. Kita sekarang punya produk baru, yaitu MelOn dan DELIMA. Saya minta kepada Senior Leader untuk gencar mempromosikan produk baru tersebut. Kenapa DELIMA belum diminati? Ini adalah tugas kita semua untuk memikirkannya, sehingga mindset kita harus kita ubah, jangan hanya berfikir wire line saja," ujarnya.

Sebelumnya, EGM DCS Timur memaparkan kepada Dirkon tentang Rencana Aksi DCS Timur dalam upaya menyukeskan 2011 sebagai Tahun Kualitas. Bicara soal kualitas, Sukardi mengatakan bahwa yang penting adalah akui dulu masalah, kemudian baru dicarikan solusi. "Bahwa kualitas pelayanan masih kurang, harus kita akui. Dari sini kita memulai menyusun rencana aksi dan solusi," lugasnya.

Voice of customer dalam bentuk video clip yang ditayangkan Sukardi sebelum deklarasi adalah murni suara pelanggan tanpa rekayasa. Hampir semua pelanggan mengatakan bahwa pelayanan Telkom, khususnya 147 masih jelek, bahkan ada laporan/keluhan sampai 30 hari belum direspon. Dari sini, lalu disusun rencana aksi, agar kualitas pelayanan meningkat melampaui harapan pelanggan. Video clip The Voice Of Customer ini diapresiasi Dir.Kon. *bkndks


Bertempat di Ruang Rapat Utama Kantor Telkom Kalimantan Lantai 2 Jl. MT. Haryono No.169 Balikpapan, Kamis (11/10), telah berlangsung acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) OSM Unit IS DC Regional VI Kalimantan dari pejabat lama, Wahjudjati NIK 651266, kepada pejabat baru Raden Lukman Hakim NIK 610304. Untuk selanjutnya, Wahjudjati akan menempati posisi baru sebagai Senior Consultant di anak perusahaan Telkom, yaitu PT. Sigma Cipta Caraka, sementara Raden Lukman Hakim marangkap jabatannya sebagai OSM Unit IS DC Regional V Jawa Timur.



Wahjudjati menyampaikan ucapan terima kasih kepada Manajemen IS Center yang telah memberikan amanat untuk menjalankan tugas sebagai OSM Unit IS DC Regional VI Kalimantan. Ia mengatakan, tugas yang telah dilaksanakannya selama di Kalimantan sangat membekas positif. Hal itu terlihat dari suasana kerja yang sangat kooperatif dari semua unit yang ada. Untuk keperluan kedinasan, jika ada kendala sangat mudah untuk mendapatkan solusi terbaik. Semua unit saling support dengan cepat dan tanggap. Wahjudjati juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak terkait, terutama kepada para user yang menggunakan layanan IT Unit IS DC Regional VI jika ada pelayanan Unit IS DC Regional VI yang dirasakan belum maksimal. "Semoga di masa yang akan datang Pak Lukman Hakim sebagai Pgs. Unit IS DC Regional VI dapat meningkatkan layanan IT yang disediakan oleh IS DC Regional VI Kalimantan," harapnya.



Selanjutnya, sebagai Pgs. OSM Unit IS DC Regional I Sumatera, dalam sambutannya Lukman Hakim mohon izin untuk bergabung dengan rekan-rekan di Telkom Kalimantan agar dapat melanjutkan dukungan layanan IT secara maksimal bagi para user. Harapan beliau semoga dirinya bisa melanjutkan prestasi yang telah dicapai oleh Wahjudjati selama ini dan berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi kemajuan Unit IS DC Regional VI Kalimantan.



Pada kesempatan ini Binuri selaku GM Divisi Consumer Service menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada keberhasilan Wahjudjati dan jajaran IS DC Regional VI Kalimantan dalam memberikan layanan IT bagi unit-unit yang ada di area Kalimantan. Dijelaskannya bahwa di Kalimantan ini tingkat pencapaian staffing index rata-rata hanya 60% saja, sedangkan sisanya diisi oleh tenaga-tenaga outsourcing. Binuri menyatakan bahwa Telkom saat ini sedang dalam tahap transformasi dimana ada 4 tahap yang harus dilewati oleh insan PT. Telkom. Ke-empat tahap perubahan atau transformasi itu adalah Business Transformation, Infrastructure & System Transformation, Organization/HR Transformation dan Culture Transformation. Terkait dengan transformasi tersebut, ia menyampaikan, salah satu perubahan mendasar adalah di segi budaya. “Salah satu perubahan Telkom yang mendasar adalah dari sisi penerapan budaya (culture) yang sama sekali baru,” kata Binuri.



Binuri juga menyampaikan bahwa beberapa hari yang lalu telah diadakan dengar pendapat dengan anggota DPR Komisi VI, dimana dari pihak Telkom dihadiri oleh Dir.HCGA, Faisal Syam. Dalam dengar pendapat tersebut, DPR -khususnya komisi VI, memberikan apresiasi yang sangat bagus kepada Telkom. Pada waktu yang sama, pihak Telkom melakukan video conference dengan daerah lain di Kalimantan, dimana tujuan diselenggarakannya video conference itu, pertama, untuk menunjukkan kepada anggota dewan yang terhormat bahwa ICT yang diselenggarakan oleh Telkom itu sudah sangat baik dan handal. Tujuan kedua adalah agar CSR Telkom benar-benar dirasakan manfaatnya oleh yang menerima.





Pada akhir sambutannya Binuri menyampaikan bahwa jika kita menjadi BoD ada 6 unsur yang harus dikelola, yaitu Legislator, Regulator, Goverment, Vendor, Kompetitor dan Serikat Kerja. Beliau mengajak seluruh unit kerja yang ada di Telkom Kalimantan untuk meningkatkan prestasi dan meningkatkan pelayanan kepada seluruh pelanggannya, baik pelanggan internal, apalagi pelanggan eksternal. GM DCS juga mengucapkan terima kasih kepada IS DC Regional VI atas layanan IT yang telah diberikan dengan sangat luar biasa kepada InfraTEL, DIVA, CIS, CDC, MSC, Enterprise, DTF, IA, Finance dan HR. Semoga kerjasama yang sudah ada bisa ditingkatkan di masa yang akan datang.



Sambutan terakhir disampaikan oleh Abdi Mulyanta Ginting selaku Pgs.SGM IS Center. Dalam sambutannya beliau menyampaikan selamat kepada Wahjudjati karena sudah berhasil menjalankan fungsi dengan baik dalam masa jabatannya dan mampu memberikan dan menunjukan prestasi terbaik dalam memberikan layanan IT kepada seluruh user Telkom Kalimantan. Beliau menyampaikan bahwa mutasi yang dilakukan oleh Wahjudjati bukan hal yang biasa tetapi merupakan hal yang sangat luar biasa karena terkait dengan transformasi organisasi yang saat ini sedang dijalankan oleh Telkom, khususnya IS Center. Abdi Mulyanta Ginting berharap agar semua insan IS Center tidak perlu khawatir terhadap transformasi yang sedang dalam tahap penyelesaian. Melalui TO tersebut IS Center akan menjadi unit yang sentralisasi, dimana seluruh Indonesia akan dilayani oleh 1 (satu) OSM untuk operasionalnya. Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan pelayanan dengan memangkas birokrasi yang dirasakan sedikit menghambat selama ini.



Kepada Wahjudjati, Abdi Ginting menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap keberhasilan IS DC Regional VI yang selama empat tahun memimpin telah memberikan layanan terbaik kepada seluruh user di Telkom Kalimantan. Beliau berharap Wahjudjati mampu menunjukan prestasi yang lebih baik lagi di lokasi baru di PT. Sigma Cipta Caraka. Sementara kepada Raden Lukman Hakim sebagai Pgs. OSM IS DC Regional VI Kalimantan, Abdi Ginting berharap agar IS DC Regional VI mampu lebih berprestasi lagi dan agar seluruh jajaran IS DC Regional VI tetap memberikan full support kepada Lukman Hakim sebagai Pgs. OSM IS DC Regional VI Kalimantan yang baru.



Acara Sertijab OSM Unit IS DC Regional VI Kalimantan berakhir, dilanjutkan dengan agenda acara yang kedua yaitu Sertijab Manager Data Center dari pejabat lama Bambang Heri Suryantoro NIK 690057 kepada pejabat baru Akhmad Shopian NIK 730581. Bambang Heri Suryantoro kemudian akan menempati posisi baru sebagai Senior Officer IT Infrastructure Architecture pada IT Architecture Directorat IT, Solution & Supply. Sementara selain sebagai OSM Unit IS DC Regional VI Kalimantan, Akhmad juga merangkap jabatan sebagai Manager Network & Security, pada Network & Security Sub Unit IS DC Regional VI Kalimantan. Kami ucapkan selamat dan sukses kepada Wahjudjati dan Bambang Heri Suryantoro atas mutasinya. Semoga di tempat baru dapat menunjukan prestasi yang lebih baik. ****(Secretariate ISHO).


Setelah melalui proses panjang perihal impelemntasi Integrated Front End System (IFES) pada hari Rabu (8/12) di ruang rapat lantai 2 kantor Area Gresik untuk pertama kali di Unit Consumer Service (UCS) Regional V Jatim dipilih Area Gresik sebagai pemula dalam implementasi IFES ini. Kick off implementasi IFES dihadiri oleh GM UCS Regional V, Joko Raharjo, GM DIVA Regional V, Didik Sukasdi, OSM IS Regional V, Lukman Hakim, Manager Access Operation, Winarto, Manager CS Area Gresik, Joko Sri Handono, Manager DIVA Area Gresik , Indradi Agung Widodo serta para undangan lainnya.


Kick off yang juga merupakan ajang workshop 3 unit yaitu DIVA,UCS dan IS itu diawali dengan pemapran yang disampaikan oleh Deputy GM UCS Regional V yang juga ketua Team Broadband End To End Transformation (BB2E) dan T-Lab (Telkom Laboratorium) Subandrio.



Dalam pemaparannya Subandrio menyampaikan bahwa pemasaran Speedy merupakan tolok ukur keberhasilan T-Lab. Subandrio mengatakan memang erat kaitannya IFES ini dengan 5 culture perusahaan khususnya yang menyakut Customer First dan Collaboration Innovation. ”Customer First akan banyak berhubungan dengan end to end MTTI, MTTR, FR, First Call Resolution dan sales, sedangkan Collaboration Innovation adalah persentase RE to PS dan persentase PS to FU, jadi semua yang hadir di sini semua akan terlibat,” kata Subandrio.


Menyinggung masalah T-Lab yang juga berperan dalam assessment BB2E Transformation Speedy, Subandrio mengingatkan kembali bahwa T-Lab ini dibentuk oleh CEO (Chief Executive Officer) dimana BOD (Board of Director) menjadi steering committee. Ada perbedaan dalam aplikasi antara IFES dan SISKA “Perbedaan mendasar IFES adalah pada saat PS (Put In Service) customer masuk dalam bisnis proses, sementara di SISKA customer tidak masuk dalam bispro,” ujar Subandrio.


Sementara itu dalam pemaparannya Operation Senior Manager IS Regional V, Lukman Hakim menyampaikan bahwa meskipun dalam presentasinya tidak menampilkan secara detail bagaimana operasional IFES, Lukman menyampaikan bahwa IFES telah valid untuk dioperasionalkan karena telah memenuhi 8 IC. “Bagaimana kita bisa memulai bahwa IFES sudah valid dan sukses 8 IC di Area Gresik ini,” kata Lukman Hakim, seraya menambahkan bahwa di Gresik sudah berjalan sejak skill up dimulai pada bulan Nopember lalu.


Selanjutnya GM DIVA Regional V, Jatim Didik Sukasdi dalam sambutannya mengajak para undangan untuk memberikan apresiasi bahwa Area Gresik telah mengamplikasikan IFES. ”Saya sepakat dengan Pak Lukman bahwa proses ini dibuat tidak berdasar secara fisik, untuk level saya Pak Joko (GM UCS – red) dan Pak Lukam kalau memang tujuan ini bagus saya pikir semua persolan akan kita selesaikan”. Dalam kesempatan itu Didik Sukasdi memerintahakan kepada jajarannya terutama kepada Manager DIVA Gresik untuk mengawal IFES di Gresik.Didik juga mengingatkan “Kunci dari keberhasilan ini adalah controlling dan leadership dari Pak Josh (Mgr Area Gresik-red) dan Pak Indradi, tidak ada orang lain yang bisa mensolusikan persoalan kita se fight kita menyelesaikan persoalan kita sendiri, tidak boleh ada keluhan yang ada hanya challenge” kata Didik.


GM UCS Regional V Joko Raharjo dalam arahnnya menyampaikan bahwa pihaknya sependapat dengan Didik Sukasdi, bahwa seluruh proses harus dikawal. Dalam sebuah perencanaan harus juga memikirkan apakah rencana awal ini dapat berjalan mulus?. ”Kita harus punya plan A dan plan B,” kata Joko. Mengingat permintaan pelanggan yang menginginkan kecepatan pelayanan Joko meminta agar di war room IFES selalu ada personil yang mengawal 24 jam.”Jangan sampai bergantung di satu sistem yang semua membuat dalam sistem tidak nyaman,” lanjut Joko. Selanjutnya Joko juga merencanakan pertemuan secara fisik antar unit minimal satu bulan sekali untuk mengevaluasi implementasi ini. Dalam acara kick off ini dilaksanakan penandatangan berita acara pelaksaaan implenetasi IFES di Area Gresik dan diakhiri dengan workshop singkat seputar implementasi IFES.***Nangkris