MY MEMORY

this is evidence for what i have done to build for enhancement my cooperation, family and personal

Dewan Komsaris Tinjau Indigo Center Surabaya

Diposting oleh lukman.hakim Selasa, 07 April 2009



Dekom Bobby Tinjau Indigo Center

Dewan Komisaris Telkom Bobby AA Nazief didampingi EGM V Triana Mulyatsa, OSM ISDC Area V Lukman Hakim dan Pjs. GM Telkom SBT Yoyok Setyono meninjau Indigo Center yang terletak di STO Manyar (7/4). Indigo Center yang di-launching oleh Direktur IT Indra Utoyo ini mendapat perhatian dari Bobby terkait dengan bisnis edutainment Telkom di masa depan. Selain itu Bobby juga melakukan working arround di Plasa Telkom dan ruang Main distribution Frame (MDF).
Saat ini, Telkom tidak lagi hanya menyediakan layanan berbasis telekomunikasi dan informasi saja, namun sudah mulai mengarah pada penyediaan layanan berbasis telekomunikasi, informasi dan media entertainment. Selain itu, banyak yang harus di-improve untuk implementasi CRM (Customer Relationship Management). Disamping upgrade kondisi infrastruktur network, Telkom juga akan mensimplifikasikan hampir 250 produknya menjadi produk-produk basic yang akan diintegrasikan menjadi beberapa produk dengan value yang lebih tinggi kepada pelanggan.
Konsep Indigo ini (Indonesian Digital Community) sebagai upaya untuk meningkatkan customer experience.ujar Lukman Hakim selaku Supporting konsep Indigo Center saat menjelaskan kepada Dekom Bobby. Lukman melanjutkan, di dalam Indigo ini ada pasar kreasi yang membangun pasar kreasi. Operasionalisasi dan implementasi program Indigo ini merupakan kerja sama IS Area V dengan Unit Community Development Center melalui program CSR-nya. sambung Lukman didampingi Manager OANDM OSS Aplication Indrijo. Namun soal tanggung jawabnya diserahkan kepada Datel masing-masing. sambung Lukman kembali.
Ketika ditanya sistem aplikasinya oleh Bobby, Lukman menjawab bahwa konsep Indigo ini menggunakan Web 2.0, yang telah banyak melahirkan collaboration, content dan penyajian lay out yang memungkinkan dan banyak kemudahan untuk mewujudkan kreatifitas di Pasar Kreasi Indigo. Indigo ini membangun sebuah gerakan masyarakat digital dengan unsur kreatifitas, belajar, create inovasi, dan dalam corridor yang sudah ditentukan.papar Lukman. Kemasan cultural content industri di dalam Indigo ini berisikan music, performance, broadcasting, film, game, content, edutainment, comics, animation dan character.papar Lukman kembali.
Nur Endah Rini selaku Manager Telkom CDC yang kerap mengawal dan mengelola bidang Corporate Social Responsibility menambahkan, bahwa Telkom melalui program CSR-nya masih konsisten aplikasikan program pendidikan khususnya di bidang internet. Di Media Indigo Center ini, sehari bisa menerima dan menampung komunitas yang sedang belajar mengembangkan content internet, sebanyak 20 sampai 25 peserta, tukas Rini. Kita tidak akan membatasi dari komunitas mana. Karena ini terkait dengan support kita kepada mereka soal kemauan dan pegembangan belajar content internet.tambah Rini.
Terkait dengan kemauan masyarakat dan peminat belajar pengembangan content internet, Bobby menyarankan kepada Divre V agar dibuatkan member untuk anggota Indigo Center. Sebaiknya mereka yang sudah menetap menjadi peserta segera dibuatkan ID Card atau kartu member yang akan ke sini. Hal ini untuk mengantisipasi ke depan dengan banyaknya jumlah peminat dan profesionalisme Indigo.ujar Bobby. Kalau mereka nggak punya kartu member maka mereka nggak akan bisa masuk mengikuti program di Indigo.lanjut Bobby.
Masih kata Bobby, Indigo Center ini sangat bagus untuk pengembangan bisnis Telkom ke depan, terutama yang terkait dengan bisnis IT-Entertainmen. Anak-anak muda seperti pelajar SLTA dan Mahasiswa kerap dengan dunia hiburan seperti musik dan lainnya. Maka mereka juga pasti ikut senang bila kita ajari ke jalur IT-Entertainmennya apalagi diajak kerja sama.tukas Bobby kembali.***(OKIN)