
Divre V Kampanyekan Batik
Menindaklanjuti Nota Dinas Dir HCGA, nomor C.Tel. 162/PR 000/COP-B0040000/2009 tentang anjuran memakai batik dalam rangka penetapan Batik sebagai warisan Budaya Indonesia oleh Unesco tanggal 2 Oktober 2009, Manajemen dan seluruh karyawan Telkom Jawa Timur pun menggunakan batik pada hari yang sama. Suasana Plasa dan ruangan kerja nampak semarak dengan warisan budaya Indonesia itu. Pagi tadi (2/10), EGM Divre V Triana Mulyatsa, Deputy EGM M Warif Maulidy dan jajaran Senior Leader ikut mengkampanyekan memakai batik.
Entah bagaimana kini perasaan Negara Malaysia ketika batik Indonesia mendapatkan Pengakuan serta penghargaan dari United Nation Educational, Scientific, and Culture Organization (UNESCO). Pengakuan UNESCO pada tanggal 28 September 2009 dan penyerahan Penghargaan resmi tanggal 2 Oktober 2009 di Abu Dhabi ini bisa jadi menambah `sakit hati` Malaysia yang pernah meng-claim batik sebagai warisan budaya di negaranya.
Divre V sangat apresiasi dan ikut mendukung program Pemerintah dengan penggunaan pakaian batik pada hari ini, 2 Oktober, tukas Triana Mulyatsa didampingi Warif Maulidy usai melakukan sesi pengambilan foto pemakaian batik bersama Senior Leader lainnya di Monumen Meriam depan kantor Divre. Jadi karena batik ini sebagai warisan budaya dari leluhur bangsa Indonesia, maka kita pun harus ikut melestarikan batik. lanjut Triana.
Triana menambahkan, apresiasi dan Penghargaan dari UNESCO ini kian mengukuhkan identitas bangsa Indonesia yang kian dikenal di luar negeri. Tapi tahu nggak Kepala Negara Luar Indonesia yang konsen dengan memakai pakain batik? tanya Triana kepada Jurnalis. Karena jawaban Jurnalis kurang tepat, Triana pun menjawabnya sendiri. Ya itu, Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela. jawabnya menerangkan.
Sesi foto berikutnya EGM V Triana Mulyatsa, Deputy EGM Warif Maulidy dan Senior Leader, diambil gambarnya di Ruang Lobby, tepatnya di depan Ruang Recepcionist dengan background program Telepon Rumah Rejeki Tumpah (TRRT). Pengaturan gaya dan model yang diarahkan oleh Manager Komunikasi Djadi Soegiarto ini sengaja diambil dengan gaya penampilan yang santai tapi lugas dan tegas. Bukankah corak pakaian batik itu sendiri menampilkan nuansa elegan dan harmoni kewibawaan?
Jika pakaian batik Indonesia ini sudah mendapatkan apresiasi dan Penghargaan dari UNESCO, maka hal ini akan menunjukkan jati diri bangsa Indonesia di depan mata dunia dan mengukuhkan identitas bangsa Indonesia sendiri. Bukannya seperti Malaysia yang justru seolah mengalami krisis identitas di dalam negerinya yang dengan terus men-caplok hak milik bangsa Indonesia.***(OKIN







0 komentar