Ketua PKM Content Divre V sekaligus OSM ISDC V Lukman Hakim didampingi Mgr O&M OSS Application, Indrijo dan Manager CDC Nur Endah Rini dan peserta rapat Indigo membahas pengembangan Indigo 2010. Menurut Lukman, sudah saatnya Indigo dikomunikasikan keluar, sebab untuk memberikan fasilitasi kepada masyarakat atau komunitas untuk menyalurkan kreatifitasnya. Acara yang berlangsung di Ruang Rapat ISDC V (21/11/2009) membahas usulan justifikasi operasional Indigo Jatim 2010.
Lukman mengatakan, Telkom Jatim telah mempunyai INDIGO Creative Nation Jawa Timur yang sudah beroperasi selama 2 tahun di STO Manyar sejak 1 Desember 2008. “Namun masa operasional Indigo di STO Manyar tersebut akan segera berakhir di akhir bulan November 2009.” katanya. “Untuk melanjutkan operasional INDIGO Jawa Timur tersebut, kita telah melakukan survey di lokasi yang baru yang lebih strategis yaitu TEC SIOLA (Tunjungan Elektronik Center) dan Hi Tech Mall,” lanjut Lukman.
Menurut Lukman, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pengelola Mall tersebut, dimana penggunaan lokasi tersebut tidak akan dikenakan biaya selama masa operasional INDIGO. “Kenapa Indigo ke depan kita tempatkan di Mall atau di luar? Sebab hal ini bertujuan untuk memberikan fasilitasi kepada masyarakat atau komunitas untuk menyalurkan kreatifitasnya.” papar Lukman yang juga ditunjuk sebagai Ketua PKM Content Divre V oleh Manajemen Divre V.
Program Indigo ini lanjut Lukman, merupakan aspek strategis Telkom yang diluncurkan pada akhir 2007, sebagai fasilitas terhadap komunitas kreatif Indonesia. “Indigo memanfaatkan teknologi digital untuk membangun industri yang sehat dan menyehatkan.” tukas Lukman. “Ditunjuknya lokasi TEC Siola sebagai atau Hi Tech Mall yang ditawarkan gratis oleh pengelolanya yang akan dilaporkan kepada Kantor Pusat, maka kita akan optimalkan tempat tersebut untuk operasional Indigo.” kata Lukman kembali.
Masih kata Lukman, hal ini sebagai wujud dukungan korporasi dalam mendukung korporasi dalam mendorong tumbuhnya bisnis kreatif di Indonesia serta meningkatkan kualitas masyarakat, baik itu siswa, guru dan masyarakat kreatif dalam lingkup memanfaatkan teknologi digital. “Indigo ini untuk membangun industri yang sehat dan menyehatkan sehingga akan berdampak pada peningkatan ekonomi, intelektual dan kualitas hidup masyarakat.” tegas Lukman.
Dari aspek strategis Indigo dapat menciptakan masyarakat yang percaya diri, berdedikasi dan bermotivasi tinggi dengan memanfaatkan internet. “Indigo juga sebagai penguatan branding Telkom dari sisi bisnis dimata masyarakat, maupun pengenalan produk-produk Telkom melalui program kampanye atau promosi yang dilakukan oleh patner atau mitra seperti yang sudah dilakukan dalam pengelolaan Indigo di STO Manyar.” papar Lukman kembali.
Selain itu, sambung Lukman, Indigo dapat membentuk petensial market kepada komunitas masyarakat yang memanfaatkan layanan Indigo. “Serta dapat meningkatkan brand awarness Telkom dan loyalitas masyarakat agar dapat menjaga asset yang dimiliki oleh Telkom.” tandas Lukman meyakinkan.***(Okin)
Lukman mengatakan, Telkom Jatim telah mempunyai INDIGO Creative Nation Jawa Timur yang sudah beroperasi selama 2 tahun di STO Manyar sejak 1 Desember 2008. “Namun masa operasional Indigo di STO Manyar tersebut akan segera berakhir di akhir bulan November 2009.” katanya. “Untuk melanjutkan operasional INDIGO Jawa Timur tersebut, kita telah melakukan survey di lokasi yang baru yang lebih strategis yaitu TEC SIOLA (Tunjungan Elektronik Center) dan Hi Tech Mall,” lanjut Lukman.
Menurut Lukman, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pengelola Mall tersebut, dimana penggunaan lokasi tersebut tidak akan dikenakan biaya selama masa operasional INDIGO. “Kenapa Indigo ke depan kita tempatkan di Mall atau di luar? Sebab hal ini bertujuan untuk memberikan fasilitasi kepada masyarakat atau komunitas untuk menyalurkan kreatifitasnya.” papar Lukman yang juga ditunjuk sebagai Ketua PKM Content Divre V oleh Manajemen Divre V.
Program Indigo ini lanjut Lukman, merupakan aspek strategis Telkom yang diluncurkan pada akhir 2007, sebagai fasilitas terhadap komunitas kreatif Indonesia. “Indigo memanfaatkan teknologi digital untuk membangun industri yang sehat dan menyehatkan.” tukas Lukman. “Ditunjuknya lokasi TEC Siola sebagai atau Hi Tech Mall yang ditawarkan gratis oleh pengelolanya yang akan dilaporkan kepada Kantor Pusat, maka kita akan optimalkan tempat tersebut untuk operasional Indigo.” kata Lukman kembali.
Masih kata Lukman, hal ini sebagai wujud dukungan korporasi dalam mendukung korporasi dalam mendorong tumbuhnya bisnis kreatif di Indonesia serta meningkatkan kualitas masyarakat, baik itu siswa, guru dan masyarakat kreatif dalam lingkup memanfaatkan teknologi digital. “Indigo ini untuk membangun industri yang sehat dan menyehatkan sehingga akan berdampak pada peningkatan ekonomi, intelektual dan kualitas hidup masyarakat.” tegas Lukman.
Dari aspek strategis Indigo dapat menciptakan masyarakat yang percaya diri, berdedikasi dan bermotivasi tinggi dengan memanfaatkan internet. “Indigo juga sebagai penguatan branding Telkom dari sisi bisnis dimata masyarakat, maupun pengenalan produk-produk Telkom melalui program kampanye atau promosi yang dilakukan oleh patner atau mitra seperti yang sudah dilakukan dalam pengelolaan Indigo di STO Manyar.” papar Lukman kembali.
Selain itu, sambung Lukman, Indigo dapat membentuk petensial market kepada komunitas masyarakat yang memanfaatkan layanan Indigo. “Serta dapat meningkatkan brand awarness Telkom dan loyalitas masyarakat agar dapat menjaga asset yang dimiliki oleh Telkom.” tandas Lukman meyakinkan.***(Okin)







0 komentar