MY MEMORY

this is evidence for what i have done to build for enhancement my cooperation, family and personal

Diposting oleh lukman.hakim Kamis, 09 Desember 2010


Setelah melalui proses panjang perihal impelemntasi Integrated Front End System (IFES) pada hari Rabu (8/12) di ruang rapat lantai 2 kantor Area Gresik untuk pertama kali di Unit Consumer Service (UCS) Regional V Jatim dipilih Area Gresik sebagai pemula dalam implementasi IFES ini. Kick off implementasi IFES dihadiri oleh GM UCS Regional V, Joko Raharjo, GM DIVA Regional V, Didik Sukasdi, OSM IS Regional V, Lukman Hakim, Manager Access Operation, Winarto, Manager CS Area Gresik, Joko Sri Handono, Manager DIVA Area Gresik , Indradi Agung Widodo serta para undangan lainnya.


Kick off yang juga merupakan ajang workshop 3 unit yaitu DIVA,UCS dan IS itu diawali dengan pemapran yang disampaikan oleh Deputy GM UCS Regional V yang juga ketua Team Broadband End To End Transformation (BB2E) dan T-Lab (Telkom Laboratorium) Subandrio.



Dalam pemaparannya Subandrio menyampaikan bahwa pemasaran Speedy merupakan tolok ukur keberhasilan T-Lab. Subandrio mengatakan memang erat kaitannya IFES ini dengan 5 culture perusahaan khususnya yang menyakut Customer First dan Collaboration Innovation. ”Customer First akan banyak berhubungan dengan end to end MTTI, MTTR, FR, First Call Resolution dan sales, sedangkan Collaboration Innovation adalah persentase RE to PS dan persentase PS to FU, jadi semua yang hadir di sini semua akan terlibat,” kata Subandrio.


Menyinggung masalah T-Lab yang juga berperan dalam assessment BB2E Transformation Speedy, Subandrio mengingatkan kembali bahwa T-Lab ini dibentuk oleh CEO (Chief Executive Officer) dimana BOD (Board of Director) menjadi steering committee. Ada perbedaan dalam aplikasi antara IFES dan SISKA “Perbedaan mendasar IFES adalah pada saat PS (Put In Service) customer masuk dalam bisnis proses, sementara di SISKA customer tidak masuk dalam bispro,” ujar Subandrio.


Sementara itu dalam pemaparannya Operation Senior Manager IS Regional V, Lukman Hakim menyampaikan bahwa meskipun dalam presentasinya tidak menampilkan secara detail bagaimana operasional IFES, Lukman menyampaikan bahwa IFES telah valid untuk dioperasionalkan karena telah memenuhi 8 IC. “Bagaimana kita bisa memulai bahwa IFES sudah valid dan sukses 8 IC di Area Gresik ini,” kata Lukman Hakim, seraya menambahkan bahwa di Gresik sudah berjalan sejak skill up dimulai pada bulan Nopember lalu.


Selanjutnya GM DIVA Regional V, Jatim Didik Sukasdi dalam sambutannya mengajak para undangan untuk memberikan apresiasi bahwa Area Gresik telah mengamplikasikan IFES. ”Saya sepakat dengan Pak Lukman bahwa proses ini dibuat tidak berdasar secara fisik, untuk level saya Pak Joko (GM UCS – red) dan Pak Lukam kalau memang tujuan ini bagus saya pikir semua persolan akan kita selesaikan”. Dalam kesempatan itu Didik Sukasdi memerintahakan kepada jajarannya terutama kepada Manager DIVA Gresik untuk mengawal IFES di Gresik.Didik juga mengingatkan “Kunci dari keberhasilan ini adalah controlling dan leadership dari Pak Josh (Mgr Area Gresik-red) dan Pak Indradi, tidak ada orang lain yang bisa mensolusikan persoalan kita se fight kita menyelesaikan persoalan kita sendiri, tidak boleh ada keluhan yang ada hanya challenge” kata Didik.


GM UCS Regional V Joko Raharjo dalam arahnnya menyampaikan bahwa pihaknya sependapat dengan Didik Sukasdi, bahwa seluruh proses harus dikawal. Dalam sebuah perencanaan harus juga memikirkan apakah rencana awal ini dapat berjalan mulus?. ”Kita harus punya plan A dan plan B,” kata Joko. Mengingat permintaan pelanggan yang menginginkan kecepatan pelayanan Joko meminta agar di war room IFES selalu ada personil yang mengawal 24 jam.”Jangan sampai bergantung di satu sistem yang semua membuat dalam sistem tidak nyaman,” lanjut Joko. Selanjutnya Joko juga merencanakan pertemuan secara fisik antar unit minimal satu bulan sekali untuk mengevaluasi implementasi ini. Dalam acara kick off ini dilaksanakan penandatangan berita acara pelaksaaan implenetasi IFES di Area Gresik dan diakhiri dengan workshop singkat seputar implementasi IFES.***Nangkris