MY MEMORY

this is evidence for what i have done to build for enhancement my cooperation, family and personal

GM Telkom Jateng Barat Utara Beri Spirit Karyawan untuk Berjualan

Diposting oleh lukman.hakim Kamis, 16 Mei 2013

GM Telkom Jateng Barat Utara Beri Spirit Karyawan untuk Berjualan 


Dalam rangka membangun spirit kebersamaan antar karyawan untuk mengejar target pemasaran, Witel Jateng Barat Utara mengadakan gathering, Rabu (24/4), di Rumah Makan Dapoer Penyet. Acara dihadiri Sales Force, POJ, dan Agen Mitra. Mereka diajak untuk lebih produktif dalam perolehan sales dan program caring untuk menaikkan revenue.
Acara dihadiri juga Manager DBS, Daniel Walenrang Tanan, Manager CS, Awan Saiput Budi Setiawan, Asman DC, Purwanto, Asman MC, Budi Riyono, Kakandatel Slawi, Seno Setyobudi Priyanto, Kakandatel Tegal, Pungkas Untea Iswidodo, Kakandatel Pemalang, M.Arif Hidayat, Kakandatel Brebes, Djarot Sugiyarto, dan Kakandatel Batang, Widodo.
Dalam kesempatan tersebut, GM Telkom Jateng Barat Utara, Lukman Hakim memberikan pengarahan agar semua karyawan, baik organik maupun non organik, agar saling bahu membahu mensukseskan program sales dan caring.
“Selama bulan April ini masih sangat jauh dari target. Sampai dengan hari ini baru tercapai 500 SSL sedangkan target 1300 SSL,” ujar Lukman.
Lukman menuturkan, dalam memasarkan Speedy dama halnya dengan berperan serta mencerdaskan bangsa. Karena menurutnya, internet merupakan pusat pengetahuan. Informasi apa saja bisa diakses dengan cepat.
“Target 1300 SSL sebenarnya tidaklah berat. Jika dibagi dalam satu hari, rata-rata hanya sekitar antara 40 s/d 45 dan jika dibagi dengan jumlah SF, rata-rata tidak sampai 1 SSL per orang. Untuk itu, niatkan dengan hati yang tulus dan doa restu dari keluarga. Berangkat ke kantor untuk berjuang bersama-sama mencapai sale dengan upaya yang sangat maksimal,” ujar Awan.
Awan menambahkan, sebagai pejuang Speedy memiliki tujuan yang sangat mulia. Tidak hanya memasarkan saja namun mempunyai nilai yang lebih luas yaitu ikut berperan mencerdaskan kehidupan bangsa. Menurutnya, tidak hanya para guru saja yang berkecimpung di dunia pendidikan, namun juga bagi mereka yang berkutat di bidang ICT.***willem ortano&SS_red08