Lukman Hakim
dalam sambutannya mengatakan, ''Program Caring
Employee ini berlaku bagi seluruh karyawan dan karyawati yang harus
dilaksanakan setiap hari Kamis dan
Jumat. Untuk itu para manager harus mengoptimal resources yang ada, karena jumlah personil untuk sales dan
marketing sangat terbatas sedangkan jumlah resources untuk unit lain
lebih banyak”.
Program Caring
Employee ini harus membuahkan hasil, karena setiap hari Kamis dan
Jum'at harus dilaporkan kepada EGM Divisi Telkom Timur (DTT). Tujuan caring ini adalah Caring Pra CT0 Speedy
yaitu mencegah pelanggan keluar, pelanggan Speedy Instan berminat menjadi
pelanggan Speedy Reguler, dan menaikan jumlah pelanggan POTS.
Selain itu, tim
melakukan update data pelanggan secara langsung dan mendengar keluhan
pelanggan atau permasalahan selama menggunakan layanan
Telkom, memberikan solusi, dan menjalin
hubungan baik dengan pelanggan.
“Setiap karyawan
harus mempunyai target tertentu yang harus dilakukan, kami ijinkan bila perlu tidak usah kekantor
langsung ke pelanggan tetapi pulang
harus memperoleh hasil yang
sangat optimal,” tegas Lukman.
Sementara Minto Rahadi, ST mewakili Manager CS yang
bertugas membekali team caring dalam
melakukan visiting pada
kesempatan tersebut menyampaikan beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam caring. Pertama mengenai Pra CT 0 yaitu baik pelanggan POTS
atau Speedy yang hampir 2 bulan belum membayar rekening agar tidak kehilangan
revenue untuk bisa diretensi tetap
dipertahankan, andaikata minta cabut sisa tunggakan tetap bisa dibayar,
Selanjutnya
pelanggan SPIN (Speedy Instan) yang sudah masa free 1 bulan berakhir, diharapkan
bisa menjadi pelanggan reguler atau menjadi pelanggan spin dengan menggunakan
voucher.
Disampaikan pula
oleh Minto bahwa penawaran program UJ untuk pelanggan POTS bisa menggunakan
fasilitas SLJJ unlimited dengan sesama pelanggan Telkom seperti Flexi maupun
POTS dengan membayar per bulan Rp 50 ribu.
Penawaran program UL untuk pelanggan hubungan lokal dengan sesama
pelanggan POTS maupun Flexi dengan fasilitas unlimited dengan tarif Rp 25.000.-
atau gabungan UJ dan UL dengan tarif masing-masing Rp 35.000 namun pelanggan cukup membayar Rp 60
ribu dan Program pembenahan data pelanggan dengan
updating data sesuai dengan yang ada dilapangan antara pemakai dan
pemilik.
Dengan adanya
program caring employee diharapkan jumlah usage untuk pelanggan spin bisa
meningkat yang semula berkisar 37% bisa menjadi lebih besar lagi dan jumlah CT 0
bisa menjadi lebih kecil, sedangkan penggunaan POTS semakin lebih besar serta
data pelanggan bisa ter update, imbuh Minto.
Sebagai tanda
kick off program CET, GM Witel
Pekalongan menyerahkan marketing kit yang berisi data pelanggan yang akan di
caring kepada para manager. ***willem ortano/md_red01






0 komentar